Bagi banyak pelancong, mengunjungi Italia adalah sebuah ziarah kuliner. Di balik arsitektur Renaisans dan kanal-kanal yang romantis, terdapat warisan budaya yang paling dicintai di dunia: Pizza dan Pasta. Namun, mencicipi hidangan ini langsung di tanah kelahirannya menawarkan pengalaman yang jauh berbeda dari apa yang biasa kita temukan di restoran cepat saji internasional.
Perjalanan kuliner Anda belum lengkap tanpa mengunjungi Naples (Napoli), tempat lahirnya pizza. Di sini, filosofi kulinernya adalah “kesederhanaan adalah kemewahan tertinggi”. Pizza otentik Napolitan dicirikan oleh adonan yang lembut, kenyal, dan sedikit hangus di pinggirannya karena dipanggang dalam oven kayu suhu tinggi.
Menu yang paling ikonik adalah Pizza Margherita. Konon diciptakan untuk menghormati Ratu Margherita dari Savoy, bahan-bahannya mencerminkan warna bendera Italia: merah dari tomat San Marzano, putih dari mozzarella kerbau (mozzarella di bufala), dan hijau dari daun basil segar. Rahasianya bukan pada banyaknya topping, melainkan pada kualitas bahan yang dipanen langsung dari tanah vulkanik di sekitar Gunung Vesuvius.
Bergeser ke arah utara atau tengah, Anda akan menemukan bahwa pasta bukan sekadar makanan pokok, melainkan sebuah bentuk seni. Di Italia, terdapat lebih dari 300 jenis bentuk pasta, dan masing-masing memiliki pasangan saus yang spesifik.
Di Roma, Anda wajib mencicipi Carbonara yang sesungguhnya. Berbeda dengan versi luar negeri yang sering https://nashcafetogo.com/ menggunakan krim (cream), Carbonara otentik hanya mengandalkan kuning telur segar, keju Pecorino Romano, lada hitam, dan guanciale (pipi babi hutan) yang renyah. Teksturnya yang lembut dan creamy murni berasal dari teknik pengocokan telur yang tepat.
Jika Anda berkunjung ke Bologna, cobalah Tagliatelle al Ragù. Apa yang kita kenal sebagai “Spaghetti Bolognese” sebenarnya adalah adaptasi internasional; penduduk lokal lebih memilih pasta pipih lebar agar saus daging yang kaya rasa dapat menempel dengan sempurna pada setiap helai pasta.
Menikmati kuliner Italia juga berarti memahami budayanya. Ingatlah bahwa pasta adalah primi piatti (hidangan pertama) dan biasanya tidak dimakan bersamaan dengan salad atau roti bawang. Selain itu, meminta tambahan saus tomat atau keju parmesan untuk hidangan makanan laut dianggap sebagai kesalahan besar bagi penduduk lokal.
Duduklah di sebuah Trattoria di pinggir jalan, pesanlah segelas anggur lokal, dan biarkan waktu berjalan lambat. Di Italia, makan bukan sekadar mengisi perut, melainkan merayakan kehidupan (La Dolce Vita).